Koruptor seringkali dilambangkan dengan 'tikus'. Perilaku tikus adalah suka mencuri, gesit, rakus, kotor, bau dan membawa penyakit. Persis seperti koruptor, tidak tahu malu, rakus dan suka mencuri uang negara. Hilangnya rasa malu para perilaku korupsi dan serangan balik para koruptor (corruptors fight back) untuk melemahkan lembaga penegak hukum seperti KPK, kepolisian dan kejaksaan, adalah tanda-tanda yang tak terelakkan dari sebuah kekacauan massal. Tapi apakah ini klimaksnya? Tentu saja tidak. Akan ada 'goro-goro' ketika keadaan bangsa ini tidak lagi normal, adanya kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan kekuasaan. Akan ada peristiwa-peristiwa untuk mengingatkan bangsa ini kembali ke jalan yang benar. Setelah 'goro-goro' itu, akan ada perang tanding antara Satria Pembela Kebenaran dengan musuhnya (sang pembela kejahatan) yang tentunya akan membawa korban.
Jumat, 21 Februari 2014
Jumat, 13 September 2013
Menggugat 350 Tahun Dijajah Belanda
Dalam sebuah perbincangan makan
siang di K Junction Rundle Mall, di Pusat Kota Adelaide South Australia,
seorang kawan asal Libya sangat antusias menanyakan perkembangan ummat Islam di Indonesia. Fokusnya
adalah sejarah kolonialisme di negara-negara Islam. Bermula dari sejarah
keberadaan Indonesia
hingga membahas kolonialisme barat terhadap negara Asia Afrika pada abad ke 19
dan 20. Kawan ini bertanya, mengapa
Indonesia begitu lama dijajah Belanda, yaitu 350 tahun, ketimbang Libya yang
hanya kurang dari 50 tahun? Apakah sepanjang rentang waktu tersebut ummat
Islam di Indonesia tidak memberikan resistensi atau ‘revolt atau fightings for
freedom’ melawan Belanda? Sudah terjajah 350 tahun ditambah pendudukan Jepang 3,5
tahun, plus Inggris kurang lebih 3 tahun waktu Jaman Raffles. Dalam rentang waktu sepanjang itu,
sejarah memang mencatat ratusan perlawanan menentang VOC, Netherland Indische,
dan Dai Nippon, hingga setiap daerah di Indonesia memiliki pahlawan
masing-masing. Setiap jalan di kota-kota dipenuhi nama-nama para pahlawan itu.
Tetapi kawan dari Libya
ini malah balik bertanya, “Selama itu kok gak berhasil ya?” Tetapi, benarkah kita itu dijajah Belanda selama 350 tahun?
Rabu, 14 Agustus 2013
Eid Mubarak
'Maaf' dalam bahasa Arab berarti 'menghapus'. Jadi tidak tepat jika ada orang berkata: "Saya maafkan tapi tidak saya lupakan". Sesuai makna kata 'maaf' itu, jika sudah memaafkan, maka semestinyalah ia melupakan kesalahan-kesalahan yang sudah-sudah. 'Maaf' inipun akan menjadi salah satu penanda kualitas diri seseorang. Contoh kecil, ketika kita mendapati seseorang melakukan kesalahan, secara naluriah ada hasrat dalam diri kita untuk memarahinya karena kesalahannya itu. Namun, seharusnyalah kita berpikir dulu, apakah betul kesalahannya itu sudah pantas untuk menjadi sebab atas kemarahan kita? Apakah kemarahan kita itu akan membuat kebaikan atau kemudharatan yang lebih besar?
Jumat, 14 Juni 2013
Incest
Selama tinggal di Australia, ada sejumlah kasus
yang cukup menggelitik. Pertama, kasus ‘incest’ yang terjadi di South Australia, yaitu
kasus seorang ayah mengawini putri kandungnya sendiri, dan akhirnya mempunyai
anak yang sekaligus cucunya sendiri. Kedua, film ‘Unit One’ yang diputar SBS
(salah satu stasiun TV di Australia) yang juga mengangkat kasus ‘incest’ sebagai ‘background’.
Ketiga, seorang Professor yang pernah mendapat penghargaan dari Condi (State
Secretary—G.W. Bush) dan terkenal dengan ‘Islam yang mengakui homoseksualitas’ (dalam
tanda petik).
Kamis, 24 Januari 2013
Renungan Maulid Nabi
Minggu, 25 November 2012
Memaknai Perjuangan
Sudah lama rasanya jari jemari tidak beraksi
menyusun kata untuk diterjemahkan ‘secara picisan’ di dalam blog usang ini.
Terlalu lama! Entah bagaimana kerinduan ini mulai kembali untuk sesekali melontar
ide serta gagasan kepada mereka yang berkeinginan menatap laman ini.
Mudah-mudahan Allah menilai usaha yang jari jemari ini sedikit banyak ingin
beraksi.
Kamis, 29 Desember 2011
Selandia Baru Negara Paling Islami?
‘How Islamic are Islamic countries?’ adalah tema sebuah penelitian yang kemudian menghasilkan penilaian bahwa Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling Islami diantara 208 negara, diikuti Luxemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas peduduknya muslim menempati urutan ke 140.
Langganan:
Postingan (Atom)